Magelang, 11–13 Agustus 2026 — Dalam rangka memperkuat budaya mutu serta meningkatkan kesiapan pelaksanaan sistem penjaminan mutu di lingkungan Akademi Militer (Akmil), Kaprodi dan Dosen Program Studi Teknik Mesin Pertahanan mengikuti kegiatan Workshop Audit Mutu Internal (AMI) yang diselenggarakan oleh Lembaga Penjamin Mutu (LPM) Akademi Militer Magelang. Kegiatan tersebut dilaksanakan selama tiga hari, mulai tanggal 11 hingga 13 Agustus 2026, bertempat di Gedung Leo Kailola.

Workshop Audit Mutu Internal merupakan salah satu langkah strategis Akmil dalam meningkatkan pemahaman dan kompetensi sumber daya manusia terhadap pelaksanaan penjaminan mutu pendidikan. Melalui kegiatan ini, para peserta tidak hanya memperoleh pemahaman secara konseptual mengenai Audit Mutu Internal, tetapi juga mendapatkan keterampilan praktis yang dibutuhkan dalam melaksanakan proses audit secara sistematis, objektif, dan berorientasi pada peningkatan mutu berkelanjutan.

Kegiatan Workshop AMI secara resmi dibuka oleh Gubernur Akademi Militer, Mayjen TNI Rano Tilaar. Dalam sambutannya, Gubernur Akmil menekankan pentingnya kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat kesiapan seluruh unsur Akmil dalam menghadapi tuntutan peningkatan dan pengembangan mutu pendidikan tinggi.

Gubernur Akmil juga mengharapkan seluruh peserta dapat memanfaatkan kesempatan workshop dengan sebaik-baiknya melalui arahan, pembinaan, serta pendampingan yang diberikan oleh para narasumber. Pemahaman terhadap regulasi dan kebijakan yang berkaitan dengan akreditasi perguruan tinggi, instrumen akreditasi institusi, serta strategi mempertahankan predikat akreditasi “Unggul” menjadi hal yang sangat penting bagi seluruh unsur yang terlibat dalam pengelolaan pendidikan di lingkungan Akmil.

Hal tersebut semakin relevan mengingat Akmil tengah mempersiapkan diri menghadapi proses akreditasi institusi yang direncanakan berlangsung pada Mei hingga Oktober 2027. Oleh karena itu, penguatan pemahaman terhadap sistem penjaminan mutu internal menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh program studi dan unit kerja mampu melaksanakan tugas serta fungsinya sesuai dengan standar mutu yang telah ditetapkan.

Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh para narasumber yang memiliki kompetensi di bidang penjaminan mutu pendidikan tinggi. Materi disampaikan secara bertahap dengan memadukan pemaparan konsep, diskusi, studi kasus, serta pembahasan teknis yang berkaitan langsung dengan pelaksanaan Audit Mutu Internal.

Narasumber pertama, Dr. Zulfikar Bagus Pambuko, S.E.I., M.E.I., selaku Kepala Bidang Jaminan Mutu Pendidikan dan Pembelajaran BPM Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA), menyampaikan materi mengenai konsep dasar Audit Mutu Internal. Dalam paparannya, peserta mendapatkan pemahaman mengenai kedudukan AMI dalam Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) serta keterkaitannya dengan siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan).

Selain membahas konsep AMI, materi juga mencakup kompetensi dan etika auditor. Peserta diberikan pemahaman mengenai kualifikasi, keterampilan, tanggung jawab, serta prinsip perilaku yang harus dimiliki oleh seorang auditor agar proses audit dapat berjalan secara profesional, objektif, independen, dan menghasilkan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.

Dr. Zulfikar juga memberikan pemahaman mengenai standar mutu berbasis risiko, khususnya dalam merancang dan melaksanakan audit dengan pendekatan berbasis risiko. Pendekatan tersebut menjadi penting agar pelaksanaan audit tidak hanya berorientasi pada pemenuhan dokumen, tetapi juga mampu mengidentifikasi potensi permasalahan, risiko, serta peluang peningkatan mutu yang dapat memengaruhi pencapaian sasaran institusi.

Materi berikutnya disampaikan oleh Dr. Ahwy Oktradiksa, M.Pd.I., selaku Kepala Sumber Daya Manusia (SDM) Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA). Materi yang diberikan lebih menitikberatkan pada teknik pelaksanaan audit, mulai dari tahapan proses audit, metode yang digunakan dalam audit, teknik melakukan wawancara dan bertanya, hingga teknik mengumpulkan serta menganalisis bukti audit.

Dalam sesi ini, peserta memperoleh gambaran bahwa keberhasilan sebuah audit tidak hanya ditentukan oleh kemampuan auditor dalam memahami standar, tetapi juga oleh kemampuan menggali informasi secara tepat melalui komunikasi dan teknik wawancara. Auditor dituntut mampu mengajukan pertanyaan yang efektif, memahami jawaban auditee, melakukan verifikasi terhadap bukti, serta menghubungkan bukti yang ditemukan dengan standar atau kriteria yang digunakan dalam proses audit.

Pembahasan juga diarahkan pada kemampuan peserta dalam mengidentifikasi dan menganalisis temuan audit. Temuan yang diperoleh selama proses audit harus disusun berdasarkan bukti yang objektif dan dapat diverifikasi, sehingga hasil audit mampu memberikan gambaran yang akurat mengenai kondisi pelaksanaan standar pada unit atau program studi yang diaudit.

Selanjutnya, materi mengenai Laporan Audit Mutu Internal (AMI), Rapat Tinjauan Manajemen (RTM), dan Rencana Tindak Lanjut (RTL) disampaikan oleh Prof. Dr. Heni Setyowati E.R., S.Kp., M.Kes., selaku Kepala Badan Penjamin Mutu (BPM) Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA).

Pada sesi tersebut, peserta diberikan pemahaman mengenai bagaimana hasil audit dituangkan dalam laporan yang sistematis, objektif, dan informatif. Laporan AMI tidak hanya menjadi dokumen administratif, tetapi juga merupakan instrumen penting untuk memberikan gambaran mengenai tingkat pencapaian standar mutu, mengidentifikasi berbagai ketidaksesuaian, serta memberikan dasar bagi institusi dalam menentukan langkah perbaikan.

Materi kemudian dikaitkan dengan pelaksanaan Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) sebagai forum untuk mengevaluasi hasil pelaksanaan sistem penjaminan mutu. Melalui RTM, berbagai hasil audit, permasalahan, capaian, serta rekomendasi dapat dibahas secara menyeluruh untuk menentukan kebijakan dan langkah strategis berikutnya.

Hasil pembahasan tersebut selanjutnya menjadi dasar dalam penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL). Dengan demikian, siklus penjaminan mutu tidak berhenti pada kegiatan audit dan penemuan masalah, tetapi dilanjutkan dengan tindakan perbaikan yang terukur dan dapat dipantau pelaksanaannya. Pola tersebut sejalan dengan semangat peningkatan mutu secara berkelanjutan melalui siklus PPEPP.

Keikutsertaan Kaprodi dan Dosen Program Studi Teknik Mesin Pertahanan dalam Workshop Audit Mutu Internal diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap penguatan budaya mutu di tingkat program studi. Pemahaman dan keterampilan yang diperoleh selama kegiatan dapat diterapkan dalam pelaksanaan evaluasi internal, pengendalian proses pembelajaran, pemenuhan standar pendidikan, serta peningkatan kualitas tata kelola program studi.

Lebih jauh, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk membangun kesamaan persepsi di antara unsur pimpinan, dosen, auditor, dan unit kerja mengenai pentingnya penjaminan mutu sebagai bagian integral dari penyelenggaraan pendidikan tinggi. Audit mutu tidak semata-mata dipandang sebagai kegiatan pemeriksaan untuk menemukan kekurangan, melainkan sebagai sarana evaluasi dan refleksi untuk mengetahui sejauh mana standar telah dilaksanakan sekaligus menemukan ruang untuk melakukan perbaikan dan pengembangan.

Melalui pelaksanaan Workshop AMI, diharapkan setiap unit dan bagian di lingkungan Akmil semakin mampu melakukan evaluasi terhadap pencapaian standar mutu secara terencana, objektif, dan berkelanjutan. Hasil evaluasi tersebut diharapkan dapat menjadi dasar dalam menyusun langkah perbaikan yang tepat, sehingga seluruh proses penyelenggaraan pendidikan dapat terus berkembang dan selaras dengan sasaran serta tujuan institusi.

Dengan semakin kuatnya kompetensi sumber daya manusia dalam bidang Audit Mutu Internal, Akmil diharapkan mampu mempertahankan dan meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan sekaligus memperkuat kesiapan menghadapi proses akreditasi institusi pada tahun 2027. Pada akhirnya, penguatan sistem penjaminan mutu internal diharapkan mampu mendukung terwujudnya Akmil sebagai institusi pendidikan tinggi yang unggul, adaptif, profesional, dan berorientasi pada peningkatan mutu secara berkelanjutan.